Artikel & Tips
KNOWING YOUR MINI SERIES | 3 >> Engines, Engines PDF Print E-mail

 

KAPASITAS

Dalam perjalanan hidupnya, Mini dipenuhi mesin dari berbagai kapasitas, namun semuanya selalu merupakan mesin tipe A-series dari BMC yang pertama kali dirancang tahun 1948 dan diperuntukkan sebagai mesin standar Austin A30. Mini memulai hidupnya dengan mesin 850cc, karburator 1,25” dan berakhir dengan mesin 1300cc, multi-point injection.

Mini memang ditakdirkan untuk memakai mesin A-series. Instruksi bos BMC pada waktu itu, Leonard Lord, adalah bahwa Alec Issigonis boleh merancang mobil sesuka hatinya, namun panjangnya tidak boleh lebih dari 3 meter, dan harus memakai mesin yang sedang diproduksi saat itu. Mesin dengan dimensi fisik paling kecil pada saat itu hanyalah mesin A-Series Austin A30. Percobaan pertama ialah dengan mencoba memotong mesin ditengah-tengah agar menjadi mesin 2-silinder. Hal ini dimaksudkan agar posisi tradisional mesin Utara-Selatan dengan radiator di depan dapat dimungkinkan. Namun mesin 2-silinder tersebut ternyata sangat kasar dan tidak mempunyai tenaga yang diharapkan Issigonis.

Layout mesin A-series untuk Mini

850cc

Akhirnya, mesin A-series tersebut tetap dipertahankan sebagai 4-silinder, namun posisinya menjadi melintang dan radiator menempati posisi di samping. Posisi ini bertahan selama 36 tahun tanpa perubahan berarti! Kapasitas awalnya adalah 948cc, namun dalam mobil produksi kapasitasnya dikurangi 100cc sehingga menjadi 850cc karena mesin 948cc tersebut dianggap terlalu kencang dan terlalu bertenaga (!). Mesin ini pun unik karena desain gearbox-nya yang terdapat persis dibawah blok mesinnya, sehingga oli mesin menyatu dengan oli kopling.

Mesin 850cc ini (kapasitas sebenarnya 848cc) bertahan dari tahun 1959 sampai dengan tahun 1979, karena pada tahun 1980 mesin A-series mengalami perubahan desain sedikit sehingga menjadi mesin A+ series.  Mini pertama dengan transimisi otomatis juga diperkenalkan dengan mesin 850cc ini pada tahun 1964. Karburator yang digunakan adalah karburator SU HS2 (1,25”), dan mulai tahun 1974 menjadi SU H4 (1,5”).

Model yang menggunakan: Mini, Mini850, Mini City, Mini Van, Mini Pickup, Mini Moke

1000cc

Mesin 1000cc (998cc) pertama untuk Mini pertama kali muncul pada tahun 1967, seiring dengan diluncurkannya model facelift Mk2. Meskipun demikian, mesin ini sudah sejak lama digunakan pada Wolseley Hornet / Riley Elf dan Mini Cooper. Mesin 1000cc ini kemudian menjadi mesin yang paling umum digunakan pada Mini. Kapasitas ini bertahan sejak tahun 1967 sampai tahun 1993. Karburator yang digunakan adalah karburator SU HS2 (1,25”), dan mulai tahun 1974 menjadi SU HS4 (1,5”).

Model yang menggunakan: Mini, Mini1000, Mini Van, Mini Pickup, Mini Moke (Australia), Mini Cooper, Mini Clubman, Mini City E, Mini HL, Mini HLE, Mini Mayfair

1100cc

Mesin 1098cc ini merupakan salah satu mesin yang langka di Mini. Aslinya hanya dipakai di Mini Clubman antara tahun 1975 sampai tahun 1980. Meskipun demikan, mesin 1100cc ini juga dipakai di mobil-mobil BMC lainnya seperti Morris 1100. Mini 20th Anniversary Special Edition menjadi satu-satunya Mini hidung bundar yang memakai mesin 1100cc ini.

Model yang menggunakan: Mini Clubman, Mini Clubman Estate, Mini Moke (Australia), Mini 20th Anniversary Special Edition

1300cc

Mesin ini pertama kali muncul sebagai mesin Mini Cooper S 1275. Namun pada tahun 1969 juga dipakai di Mini 1275 GT dengan tenaga yang lebih rendah daripada Cooper S dan hanya memakai satu karburator SU (HS4, 1,5”). Pada tahun 1993, mesin 1275cc ini menjadi standar Mini (memakai karburator SU HIF38, 1,5” untuk Mini standar, dan HIF44 1,75” untuk Mini Cooper). Mesin ini kemudian juga dilengkapi sistem Injeksi untuk Mini Cooper sejak tahun 1991, dan menyusul Mini standar memakai sistem injeksi sejak 1994. Pada tahun 1996, mesin ini dirombak agar mampu menggunakan sistem multi-point injection dan posisi radiator diubah ke bagian depan mobil. Meskipun demikian, mobil-mobil untuk pasar Jepang tetap menggunakan radiator samping dan injeksi Single-point karena terdapatnya sistem AC.

Model yang menggunakan: Mini Cooper S, Mini 1275 GT, Mini Cooper (1990-2000), Mini Sprite, Mini Mayfair.

Mesin-mesin Mini Cooper

Mini Cooper harus diberi tempat tersendiri karena variasi mesinnya yang gila-gilaan. Pertama kali muncul adalah dengan mesin 997cc yang tidak lama kemudian diubah sedikit menjadi mesin 998cc yang lebih stabil dan lebih bertenaga. Mesin 998 ini menjadi dasar Mini 1000 di kemudian hari.

Kemudian muncul Trio Cooper S dengan mesin-mesin yang langka. Pertama adalah Mini Cooper S dengan mesin 970cc. Mesin ini hanya dibuat 1000 buah. Kemudian Mini Cooper S 1071cc yang juga terbatas jumlahnya. Yang paling umum adalah Mini Cooper S 1275cc. Semua mesin Mini Cooper menggunakan karburator ganda SU (HS2 ganda, 1,25”) dan untuk Cooper S, mempunyai tangki bensin ganda.


A-SERIES dan A+ SERIES - SPi dan MPi

Mesin A-series mempunyai asal sejak tahun 1948. Pertama kali dimaksudkan sebagai mesin standar bagi Austin A30, mesin ini akhirnya dipakai di Mini, Morris Minor, Morris 1100/1300, Austin Maxi, dan Austin Metro. Pada tahun 1980, bersamaan dengan diluncurkannya Austin Metro, mesin A-series mengalami sedikit perbaikan dan namanya menjadi mesin A+ series. Perubahannya dapat dilihat terutama pada blok mesinnya, dimana terdapat tulang-tulang tambahan yang digunakan untuk memperkuat konstruksi mesin. Perubahan lainnya adalah gearbox yang berubah menjadi tipe Verto dengan batang as dari master bawah yang lebih pendek.

Verto (kiri) dan Pre-Verto (kanan)

Perubahan-perubahan yang dimaksudkan untuk Austin Metro ini juga turut diaplikasikan kepada Mini. Bahkan Mini pada akhirnya hidupnya lebih lama dibandingkan Metro.

Pada tahun 1991, mesin ini mendapat perubahan yang cukup berarti, penambahan sistem injeksi. Sistem ini, dikenal dengan nama Single-Point Injection atau SPi, menggunakan injektor tunggal yang menyemprotkan bensin ke ruang bakar dan konsumsinya diatur oleh komputer alias ECU. Hebatnya, konsumsi bensin antara mesin injeksi dengan mesin karburator kurang lebih sama, bisa mencapai 1ltr/17km. Ini membuktikan bahwa desain mesin A-series merupakan desain mesin yang sangat efisien dan efektif. Cukup hebat untuk mesin rancangan tahun 40-an!

Mobil-mobil dengan sistem SPi ini pada umumnya bisa diubah menjadi sistem karburator, cukup dengan mengambil intake manifold dan unit injektornya. ECU dapat tetap dipakai sebagai awal untuk starter dan kontrol pompa bensin elektrik, namun dengan sedikit mengubah pengabelan, ECU dapat diambil.

Pada tahun 1996, mesin Mini mengalami perubahan dari sistem SPi menjadi sistem MPi atau Multi-point Injection. Pada mobil-mobil MPi, terdapat 2 injektor bensin. Yang paling kentara adalah pemindahan tempat radiator dari samping ke depan. Hal ini dilakukan karena peraturan lalu lintas Eropa yang mengharuskan tingkat kebisingan mesin yang rendah. Dengan pemindahan radiator ke depan, dan menggunakan kipas elektrik, tingkat bising dapat dikurangi. Untuk pasar Jepang, radiator tetap disamping karena terdapat kompresor AC yang mengurangi ruang di depan mesin. Mobil-mobil pasar Jepang juga tetap menggunakan injektor tunggal, meskipun hal ini kurang diketahui alasannya.

Mesin MPi Mini di ruang mesinnya

Selain itu, mobil-mobil MPi juga ditandai dengan tidak digunakannya lagi delco atau distributor, dan tidak adanya coil standar. Ini alasannya mesin-mesin MPi disebut juga dengan nama Distributorless. Di sekitar tempat distributor dulu dipasang filter oli yang langsung menempel pada blok mesin (tidak lagi melalui pipa besi seperti dulu).  Coil pun berubah dari tipe bulat menjadi kotak dan pengapian langsung diatur oleh ECU. Hal ini menyebabkan mobil-mobil distributorless tidak dapat diubah menjadi mesin karburator karena segala aspek mesin sudah diatur oleh ECU, mulai dari konsumsi bensin, tingkat kecepatan mesin, sampai pengaturan pengapian dan nach-voor timing.

Pada mobil-mobil Injeksi, kebanyakan orang langsung menyalahkan ECU apabila mobilnya bermasalah. Padahal, pada umumnya ECU jarang bermasalah, dan problemnya lebih berujung pada sensor-sensor yang rusak. Ada banyak sensor di mobil injeksi, seperti Air Temperatur Sensor di filter, Lambda Sensor di manifold, Water Temperature Sensor di blok mesin, dan Crankshaft Sensor di ujung gearbox. Agak susah untuk mendiagnosa secara manual, dan sebaiknya mempunyai komputer pemeriksa agar bisa diketahui secara pasti kerusakan yang terjadi. Sensor-sensor memang benda yang serviceable, artinya harus diganti secara berkala seperti fanbelt atau filter oli, namun rentang waktunya cukup lama, sekitar 5-10 tahun penggunaan.

 
KNOWING YOUR MINI series | 2 >> What’s My Mini, Exactly? PDF Print E-mail

By Aria Aradhea

 

Sebetulnya artikel ini patutnya menjadi seri pertama dari seri KYM (Knowing Your Mini) karena dalam artikel ini, saya akan membahas tentang tipe-tipe Mini yang pernah dibuat, dan juga tentang istilah-istilah Mk1/Mk2/Mk3 dan seterusnya.

 

 



 

 

 

Atas: Morris Mini-Minor

 

Varian

Pertama-tama, mari kita bahas tentang Mini dan varian-variannya. Yang pertama, tentu saja tipe Saloon yang kita semua kenal. Mobil rancangan Alec Issigonis ini pertama kali diluncurkan pada Agustus 1959, dan berhenti produksi pada Oktober 2001, inilah bentuk Mini yang semua orang kenal. Pada saat diluncurkan, terdapat dua merek yaitu Austin dan Morris. Versi Austin disebut Austin Se7en (atau Austin Seven) dan versi Morris adalah Morris Mini-Minor. Keduanya merupakan mobil yang sama. Padanan modernnya ialah antara Toyota Avanza dengan Daihatsu Xenia, mobil yang sama, hanya dengan merk berbeda. Perbedaan antara versi Morris dengan versi Austin sangat sedikit; Austin mempunyai grille krom bergelombang sementara Morris mempunyai grille datar dicat putih.

 

 

 

 

 

 

Atas: Austin Se7en


Keduanya memakai mesin yang sama: A-series 848cc, dan pada tahun 1967 muncul opsi mesin 998cc dan pada tahun 1993 menggunakan mesin 1275cc.

Varian kedua yang muncul adalah versi Van dan Pickup. Segera setelah peluncuran Mini di tahun 1959, pada tahun 1960 diluncurkan varian pertama dari mobil tersebut dalam bentuk Van, dengan nama Mini-Van. Ditujukan pada sektor usaha, Mini-Van mempunyai badan yang lebih panjang dari Mini Saloon dan mempunyai dua pintu kecil di bagian belakang sehingga mempermudah naik/turun barang.


Atas: Mini-Van dan Mini Pick-Up


Tidak lama setelah itu, diluncurkan versi Pick-up dari Mini-Van dengan panjang bodi yang sama dengan Mini-van tapi mempunyai bak terbuka di bagian belakangnya. Keduanya berhenti diproduksi pada tahun 1983.

Beberapa tahun kemudian diluncurkan Morris Mini Countryman dan Austin Mini Traveller yang merupakan varian tersendiri dari Mini-Van. Countryman/Traveller mempunyai kaca samping belakang yang bisa digeser untuk dibuka dan mempunyai bangku di deret kedua.

Berbeda dari Mini-Van yang tidak ada kaca samping belakang dan hanya mempunyai dua bangku di depan untuk pengemudi dan penumpang.




 

 

Atas: Austin Mini Countryman

 

Countryman/Traveller ditujukan sebagai versi Estate dari Mini yang bisa memuat 4 penumpang tapi dengan kapasitas barang yang luas. Mini-Van diproduksi sejak 1960 (Pick-Up; 1961) hingga 1983, sedangkan Countryman/Traveller pada tahun 1963 hingga 1969 digantikan dengan Clubman Estate, dengan hidung Mini Clubman pada 1969 sampai 1980.

Varian berikutnya ditujukan pada mulanya untuk keperluan militer. Akan tetapi, karena ground clearance yang terlalu rendah, penggunaaanya untuk militer menjadi tidak praktis. Di negara-negara tropis, varian ini menjadi terkenal karena mempunyai ruang terbuka yang besar. Mini Moke. Diluncurkan pada tahun 1964, produksi berjalan tersendat-sendat di Inggris tetapi sukses di Australia. Ketika produksi berhenti di Australia pada tahun 1980an, produksi berpindah ke Portugal hingga 1994. Sekarang, terdapat Mini Moke buatan Cina yang diluncurkan pada tahun 2007 kemarin.

 

 

 

 

 

Atas: Mini Moke

 

Varian berikutnya mungkin merupakan varian paling terkenal dari Mini. Diluncurkan pada tahun 1961 dan dihentikan pada tahun 1971 dengan nama Mini Cooper.

Ide awalnya muncul dari John Cooper yang mencari mobil penumpang yang memiliki pengendalian yang baik dan mempunyai potensi di trek balap maupun rally. John Cooper lalu tertarik dengan Mini, akan tetapi mesinnya saat itu (848cc) tidak mempunyai tenaga yang cukup untuk kompetitif di dunia balap. Ia pun lalu mengembangkan mesin A-series milik Mini sehingga mencapai kapasitas 997cc dengan karburator ganda dan disc-brake 7”. Beberapa tahun kemudian, spesifikasi ini disempurnakan dengan mesin 998cc khusus untuk Mini Cooper (berbeda dari mesin 998cc lainnya) dan karburator ganda dengan disc-brake 7,5”.


 

 

 

 

 

Atas: Mini Cooper S 1275cc Spesifikasi Rally Monte Carlo


Pada tahun 1963, diluncurkan versi lain dari Mini Cooper, yaitu Mini Cooper S dengan kapasitas mesin 970cc, 1071cc dan 1275cc. Mesin 970cc dan 1071cc sangat terbatas produksinya, sementara Mini Cooper S 1275cc menjadi langganan pemenang rally-rally di seluruh dunia, termasuk Rally Monte Carlo pada tahun 1964,1965 dan 1967.

Tidak ada perbedaan badan mobil antara Mini Saloon dengan Mini Cooper kecuali tema pengecatan 2-warna (warna badan dengan warna atap berbeda). Mini Cooper S juga mempunyai pendingin oli dan tangki bensin kedua di sebelah kanan mobil sebagai standarnya. Mini Cooper dihentikan produksinya pada tahun 1969, sementara Mini Cooper S pada tahun 1971. Pada tahun 1990, Mini Cooper dibangkitkan kembali dari kubur oleh Rover (pemegang merk Mini saat itu) dengan mesin 1275cc dari MG Metro. Pada tahun 1993, Rover Mini Cooper menjadi Mini pertama dengan sistem injection, menggantikan karburator. Mini terakhir yang diproduksi pada bulan Oktober 2001 adalah sebuah Mini Cooper dengan paket Sportspack berwarna Solar Red dengan atap Platinum Silver. Mini Cooper menjadi varian Mini yang paling terkenal sehingga sering terjadi salah kaprah bahwa semua Mini adalah Mini Cooper!

Riley Elf dan Wolseley Hornet mungkin menjadi varian Mini yang paling kurang dikenal di Indonesia. Wajar saja, karena di Inggris sendiri pun jumlahnya sangat terbatas. Dirancang sebagai versi mewah dari Mini, Riley Elf dan Wolseley Hornet mempunyai bentuk grille yang berbeda dari Mini saloon pada umumnya dan mempunyai bagasi belakang yang berbeda pula. Joknya dilapisi kulit sementara dasbor diisi dengan kayu asli. Mesin 998cc pertama kali diperkenalkan di model ini dan menjadi opsi bagi Mini semenjak tahun 1969 dan merupakan satu-satunya pilihan mesin dari tahun 1980 hingga 1993. Elf dan Hornet juga menjadi Mini pertama yang mempunyai mekanisme jendela putar untuk pintunya. Elf dan Hornet sendiri dihentikan produksinya pada tahun 1969.


Atas: Riley Elf, dengan grille-nya yang unik dan bagasi yang lebih panjang


“You love it or you hate it…” tampaknya merupakan ungkapan yang pas untuk varian berikut, Mini Clubman. Diluncurkan pada tahun 1969, Mini Clubman mempunyai bentuk hidung kotak yang berbeda dengan Mini Saloon.

Penggemar Mini berkilah bahwa desain tersebut merupakan hal yang sangat dipaksakan, sementara penggemar Clubman menyatakan bahwa bentuk tersebut membuat banyak ruang tersedia di area mesin dibandingkan Mini biasa. Apapun, Mini Clubman diproyeksikan Mini kelas atas dibanding Mini versi ekonomis (mesin 848cc) dan Mini biasa (dengan mesin 998cc). Clubman mempunyai mesin standar 1098cc sejak tahun 1975.

 

 

 

 

Atas: Mini Clubman


Bersamaan dengan Clubman, diluncurkan pula Mini 1275GT dengan bodi Clubman tapi dengan mesin 1275cc yang diposisikan sebagai pengganti Mini Cooper S. Akan tetapi, secara performa, Mini 1275GT kalah dari Mini Cooper S karena – meskipun kapasitas cc-nya sama – bahan pembuat klep, kompresi piston dan karburatornya berbeda. Mini Clubman diproduksi antara 1969 sampai 1980

Selain itu, ada pula varian-varian lain dalam jumlah terbatas, seperti Mini Cabriolet yang diproduksi dari tahun 1993-1996, dan ERA Mini Turbo yang merupakan Mini dengan Turbo dari turbocharger Garret T3 yang diproduksi pada tahun 1989-1991.

 

 

Atas: Mini Cabriolet (1993-1996) - Kiri dan ERA Mini Turbo (1989-1991) - Kanan


Mk1,2,3?

Di lingkungan Mini dikenal istilah-istilah aneh, yaitu Mk1, Mk2, Mk3 dan seterusnya. Apakah arti istilah-istilah itu?

Kode-kode Mk atau Mark menunjukkan tipe model sebelum terdapat facelift atau perubahan. Mk1 merupakan tipe pertama Mini dan merujuk kepada tahun produksi 1959-1967. Detail utamanya adalah pintu mobil dengan engsel luar dan kaca geser. Grille berbentuk kumis, lampu belakang oval dan kaca belakang sejajar dengan bagasi.

 





 

 

 

Atas: Mini Mk1 dengan grille kumis, kaca geser dan engsel luar


Pada tahun 1967 diluncurkan Mini Mk2, yaitu tetap dengan kaca geser dan engsel luar, namun dengan bentuk grille lebik kotak (tidak lagi kumis), lampu belakang kotak dengan kombinasi sen-rem dan kaca belakang yang lebih besar sedikit.

 

 

 

 

 

 

Atas: Mini Mk2 dengan lampu belakang kotak


Pada tahun 1969, bersamaan dengan diluncurkannya Mini Clubman, diluncurkan pula Mini Mk3. Perubahan drastis terjadi pada Mk3 ini. Ukuran pintu lebih besar dengan engsel tidak terlihat dan kaca geser berganti dengan kaca putar. Plat lantai berubah total dan engsel kap mesin bergeser lebih ke ujung kap. Bentuk Mk3 menjadi standar Mini hingga akhir produksinya di tahun 2001.

 

Mini Mk3 merupakan Mk terakhir yang secara resmi diakui oleh produsen Mini (Austin/Morris/Rover/Leyland/BMC). Akan tetapi, secara tidak resmi, dikenal beberapa lagi versi Mk dari Mini:

Mk4 (1976-1984) ditandai dengan adanya lampu mundur (mulai dari 1977), pegangan chassis menggunakan satu baut besar (awalnya dua baut kecil).

 

 

 

 

 

Atas: Mini Mk3 - engsel pintu sudah tidak di luar

Mk5 dimulai sejak tahun 1984 hingga tahun 1992 dan ditandai dengan standarisasi ban 12” dan disc-brake 8,4”. Pada tahun 1989 booster rem (Brake Servo) menjadi standar.

 

Mk6 (1990-1996) merupakan Mini yang sebetulnya dirancang khusus untuk peluncuran kembali Mini Cooper di tahun 1990. Di Mk ini pegangan mesin diubah sehingga lebih maju beberapa milimeter sehingga mesin MG Metro A+ Series 1275cc dan komponen-komponennya dapat dimuat dalam ruang mesin Mini.



 

 

 

Atas: Mini Mk5 dengan ban 12" - Bentuk Mini dari Mk4 hingga Mk7 tidak banyak berubah


Perubahan ini juga memungkinkan mesin 1275cc MG Metro – meskipun distel sedemikian rupa sehingga tidak mempunyai tenaga dan kompresi sebesar Mini Cooper - menjadi standar Mini di tahun 1992 dan juga dikembangkannya sistem Single-Point Injection (SPi) yang diimplementasikan pertama kali di Mini Cooper (1993-1996) dan Mini biasa di tahun 1994.

Mk7 merupakan versi terakhir dari Mini. Produksinya antara 1996 hingga 2001, Mk7 merupakan Mini yang menggunakan sistem Multi-point Injection (MPi) dimana 2 injektor bensin bertugas mengalirkan bensin ke ruang bakar. Hal utama di Mk7 adalah perubahan letak radiator dari samping ruang mesin menjadi ke bagian depan mesin tepat di belakang grille dengan fan elektrik.


Atas: Ruang Mesin Mini Mk7 - radiator sudah berada di depan mesin
 
Indahnya Saling Berbagi di Jalan PDF Print E-mail
sumber: www.saft7.com

 

Macet di jalan saat ini sudah merata dan terjadi setiap harinya, saat akan pergi kerja, jam makan siang dan pulang kerja. Baik mobil atau motor rasanya tidak bisa mengelak dari rutinitas tersebut, bahkan selalu juga terjadi di jalan bebas hambatan (jalan tol).

Saya sendiri sehari-hari beralih menggunakan sepeda motor, karena praktis, cepat dan ekonomis tentunya. Ketika akan pergi kerja ternyata hujan, barulah pakai mobil.
Ketika mengalami sendiri antara mengendarai mobil dengan mengendarai sepeda motor, saya belajar banyak hal dan saya rasa perlu di sharing.

Read more...
 
Strategi: UnderEstimate & OverEstimate PDF Print E-mail
sumber: www.saft7.com  

 

>>Sharing ini ditujukan bagi pengendara motor maupun mobil< <

Kondisi lalu lintas khususnya di kota-kota besar sudah mulai padat dan bahkan sangat padat. Kemacetan tidak bisa dihindari pada jam-jam tertentu, pembangunan infrastruktur pendukung sarana transportasi maupun galian kabel turut memperparah kemacetan.

Kebetulan cukup lama saya mengikuti beberapa milis otomotif baik milis beberapa klub mobil maupun beberapa klub motor Indonesia. Pada umumnya klub mobil mengeluhkan tidak disiplinnya mayoritas pengendara roda dua sekalipun dalam kondisi seperti itu.

Read more...
 
Safety: Belok dengan Aman - 2 PDF Print E-mail
Sumber: www.saft7.com

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya “Safety: Belok dengan Aman -1?. Yang bertujuan agar saat kita mengendarai mobil maupun motor dapat mengerti kondisi yang umumnya terjadi di jalan sehingga kita dapat mengantisipasi keadaan sehingga dapat memperkecil terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2

Newsflash

Jalan Bareng dan Camping di Garut

Bulan Oktober 2010 JMC merencanakan jalan bareng dan camping ke Garut, Jawa Barat. Acara ini sekaligus untuk halal bihalal JMC. Jangan ketinggalan infonya di milis JMC....!

 

Kopdar dan Buka Bersama JMC 

Kopi darat anggota JMC dan Buka Puasa Bersama di Parkir Timur Senayan, Minggu 29 Agustus 2010 jam 16.00 WIB.